BUNGA SAKURA YANG MENGATUP
PROLOG
Pagi ini terasa sama seperti
sebelumnya. Mentari yang bersinar dari arah timur, kicauan burung di pagi hari,
hawa dingin AC yang membuatku merasa malas untuk bangun dari mimpi indahku.
Seperti sesuatu yang konstant yang selalu sama, tidak pernah berubah. Begitulah
kehidupan, selalu sama disetiap harinya, dan kupikir itu adalah hal yang
membosankan. Aku harus bangun pagi disetiap harinya, pergi ke sekolah dan
bertemu dengan orang-orang yang tak sepaham denganku. Hah, sangat merepotkan.
Andai saja didunia ini semuanya bisa
kudapatkan dengan mudah, aku tidak perlu melakukan semua yang kulakukan saat
ini. Kalian tau? Hidup ini sama layaknya sumbu-x yang menuju ke infiniti. Kau
tidak pernah tau dimana ujungnya. Begitu juga dengan kehidupan. Kau tidak akan
pernah tau masa depanmu seperti apa. Untuk mendapatkan kebahagiaan, kau harus
bekerja keras terlebih dahulu. Itulah yang paling kubenci di kehidupan ini.
Namaku Himada Soujirou. Umurku 15
tahun. SMA kelas 1 di SMA Kuroyomi. Tinggiku 170 cm dan berat badanku.... ah,
keduanya tidak penting. Aku berada di kelas 1-D yang berada di lantai 3 gedung
sekolah. Aku berharap mempunyai sepasang sayap yang memudahkanku untuk pergi ke
kelas tanpa harus melewati ribuan anak tangga yang menjijikkan itu. Dilihat
dari sisi kemampuan akademik, performaku lumayan bagus. Kalian tau? Nilai
ulangan mata pelajaran sainsku akhir-akhir ini adalah 76,5. Satu setengah
diatas KKM. Sungguh luar biasanya bukan? Hm... sangat luar biasa.
Jika kalian bertanya apakah aku punya
banyak teman. Jawabannya adalah tidak. Menjadi seorang penyendiri merupakan
suatu kehormatan daripada menjadi seorang yang sosialis. Kau bisa hidup di
duniamu sendiri tanpa campur tangan dari orang lain. Tak ada mengejekmu, tak
ada yang mengkhianatimu, tak ada perkelahian, dan hasil buruk lainnya yang bisa
kita dapatkan dari kehidupan sosialis. Poin pentingnya Cuma satu. Jika ingin
hidup bebas dan damai, jadilah penyendiri.
Mantap Mamank!
BalasHapus