Minggu, 02 Oktober 2016

Prolog



BUNGA SAKURA YANG MENGATUP

PROLOG

Pagi ini terasa sama seperti sebelumnya. Mentari yang bersinar dari arah timur, kicauan burung di pagi hari, hawa dingin AC yang membuatku merasa malas untuk bangun dari mimpi indahku. Seperti sesuatu yang konstant yang selalu sama, tidak pernah berubah. Begitulah kehidupan, selalu sama disetiap harinya, dan kupikir itu adalah hal yang membosankan. Aku harus bangun pagi disetiap harinya, pergi ke sekolah dan bertemu dengan orang-orang yang tak sepaham denganku. Hah, sangat merepotkan.

Andai saja didunia ini semuanya bisa kudapatkan dengan mudah, aku tidak perlu melakukan semua yang kulakukan saat ini. Kalian tau? Hidup ini sama layaknya sumbu-x yang menuju ke infiniti. Kau tidak pernah tau dimana ujungnya. Begitu juga dengan kehidupan. Kau tidak akan pernah tau masa depanmu seperti apa. Untuk mendapatkan kebahagiaan, kau harus bekerja keras terlebih dahulu. Itulah yang paling kubenci di kehidupan ini.

Namaku Himada Soujirou. Umurku 15 tahun. SMA kelas 1 di SMA Kuroyomi. Tinggiku 170 cm dan berat badanku.... ah, keduanya tidak penting. Aku berada di kelas 1-D yang berada di lantai 3 gedung sekolah. Aku berharap mempunyai sepasang sayap yang memudahkanku untuk pergi ke kelas tanpa harus melewati ribuan anak tangga yang menjijikkan itu. Dilihat dari sisi kemampuan akademik, performaku lumayan bagus. Kalian tau? Nilai ulangan mata pelajaran sainsku akhir-akhir ini adalah 76,5. Satu setengah diatas KKM. Sungguh luar biasanya bukan? Hm... sangat luar biasa.

Jika kalian bertanya apakah aku punya banyak teman. Jawabannya adalah tidak. Menjadi seorang penyendiri merupakan suatu kehormatan daripada menjadi seorang yang sosialis. Kau bisa hidup di duniamu sendiri tanpa campur tangan dari orang lain. Tak ada mengejekmu, tak ada yang mengkhianatimu, tak ada perkelahian, dan hasil buruk lainnya yang bisa kita dapatkan dari kehidupan sosialis. Poin pentingnya Cuma satu. Jika ingin hidup bebas dan damai, jadilah penyendiri.

1 komentar: